Mungkin topik ini sedang hangat dibicarakan.. tentang 'wejangan' orang yang sudah menikah kepada para single untuk tidak terburu-buru menikah.
menikah, emang berat?
here's my POV tentang menikah (walaupun usia pernikahanku yang belum genap 5 tahun).
mungkin kata kunci pernikahan selain cinta (tentunya), adalah komunikasi dan kompromi.
berusaha untuk mengkomunikasi kan segala hal yang mungkin dirasakan, dan berkompromi untuk mendengarkan, menyelesaikan masalah dan mungkin menurunkan ego masing-masing.
dengan kondisi aku yang bisa dibilang sudah mengenal suamiku, lebih dari 4 tahun nyatanya tak membuat pernikahan itu sendiri menjadi mudah.
benar kata orang, saat menikah orang yang kita kenal bisa berubah itu nyata adanya. ternyata waktu 4 tahun untuk mengenalnya serasa percuma, ketika dalam perjalanannya seolah-olah kita menikahi orang yang berbeda.
ditambah dengan kondisi keluarga kecil kami bertambah 1 manusia kecil, tentu membuat semua pengambilan keputusan menjadi berbeda ketika penyelesaian masalah saat hanya memikirkan dua kepala manusia dewasa.
terdengar berat, lalu apa tidak bahagia?
BAHAGIA tentu! tetapi bukannya itu makna kehidupan? tidak semua hanya diisi kebahagiaan bukan?
pernikahanku bahagia, tapi bukan berarti hari-hari itu akan selalu diisi dengan senyuman bukan?!
dalam menjalaninya pun terkadang kita tak bisa hanya memikirkan ego diri sendiri, mungkin inilah kenapa pernikahan disebut kompleks.
keluarga? mertua? pandangan orang lain? pekerjaan? aah banyak faktor dalam setiap pengambilan keputusan didalamnya.
mungkin kompleksitas ini yang baru aku alami di pernikahanku dengan usia 4 tahun berjalan ini.
walaupun terkadang bisa sedikit aku syukuri, karna tak sedikit orang yang aku kenal mungkin menyerah sebelum usia pernikahan ini.
jadi menikah benar-benar untuk kalian yang siap lahir, batin dan mental, dengan pasangan yang sudah kalian kenal dengan baik dan siap untuk berkomitmen bersama.