Hai moms or girls..
let me tell you my POV of being a housewife -
mungkin posisi ku saat ini adalah mimpi bagi sebagian wanita karier yang juga ingin dirumah saja merawat anak dan rumah dengan tenang, posisi yang nyaman memang dan sesuai kodrat wanita (menurut sebagian orang).
ceritaku bukan menunjukkan betapa tidak bersyukurnya aku di posisi ini, tapi ingin menunjukkan another POV yang kadang mungkin disepelekan. tentunya aku sangat-sangat bersyukur dengan lengkapnya keluarga kecilku, dengan kebutuhan 'sandang,pangan,papan' yang memadai dan segala 'previlige' yang kadang membuat aku sendiripun dipandang sebelah mata. Kembali lagi aku tegaskan, hanya POV ku sebagai ibu rumah tangga tanpa merendahkan/ membandingkan-nya dengan posisi ibu yang bekerja.
and let me tell you a story..
mungkin tidak semua ibu rumah tangga merasakan hal yang aku rasakan, ada kok ibu rumah tangga yang memang nyaman dirumah saja. Tapi tidak untukku..
sebagai seorang extrovert dan kebutuhan untuk bersosialisasi ku yang tinggi terkadang berada dirumah saja menjadi hal yang cukup membosankan. ditambah perasaan sebagai 'alpha-woman' yang tidak ingin bergantung, tidak ingin menunduk dan mungkin tidak terpikirkan untuk tidak bekerja saat ini, kadang menumbuhkan ego-ku untuk kembali ke kehidupan lamaku. namun tentu saja semua sudah berbeda saat ini.
kebutuhan untuk bersosialisasi yang tidak terpenuhi karna hanya berkomunikasi dengan gadis kecilku sepanjang hari, tentu tidak cukup. tidak jarang mungkin ada sedikit perasaan iri dengan wanita berkarier yang setidaknya bersosialisasi dengan cukup.
Belum lagi perasaan ingin sendiri atau 'me time' yang saat ini sering kita dengar, hanya menjadi mimpi bagi para ibu rumah tangga. Kadang kita lupa sebagai ibu rumah tangga bahwa diri ini terdiri dari jiwa & raga, fisik & mental yang perlu juga dipenuhi kebutuhannya. Tapi rasanya tidak ada kesempatan untuk memenuhi kebutuhan itu..
Bahkan terkadang sesederhana 'iri' pada suami yang bisa keluar kemana saja dan kapan saja semudah burung kenari terbang dari kandang juga membuatku sedikit kesal. Hal yang tentu tidak mudah aku lakukan untuk keluar dari rumah tanpa membuat tangis anakku.huft..
Sebagai ibu rumah tangga kukira tidak pantas rasanya aku punya goals pribadi untuk dicapai, karna semua mimpiku pasti berkaitan dengan 'keluarga'. padahal mungkin..
jika aku boleh menyombongkan diri sedikit, mungkin kesuksesan suamiku dan anakku tidak lepas dari andil tanganku (terlepas andil tangan Tuhan juga tentunya).
menjadi ibu rumah tangga adalah bagaimana besarnya hati untuk memendam EGO. bayangkan mungkin kesuksesan yang begitu besar yang seharusnya ada dalam diri kita sendiri, kita alihkan untuk men'sukses'kan orang lain, yang dalam hal ini adalah suami dan anak.
menjadi ibu rumah tangga adalah bagaimana menjadi sutradara dan memainkan peran sekaligus, tanpa perlu dipanggil aktor.
terakhir.. menjadi ibu rumah tangga adalah tentang kita yang berhati besar & berjiwa besar.
berhati besar untuk memendam (mungkin) semua ego&mimpi, dan berjiwa besar untuk melakukan semuanya tanpa harapan imbalan apapun itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar